Konfigurasi Tahan Gempa

Pengaruh Konfigurasi Struktur Terhadap Gempa

Materi Kuliah oleh Puput Risdanareni S.T., M.T.

Ketahanan gempa sebuah gedung ditentukan oleh faktor yang mempengaruhi respon gedung terhadap gempa. Faktor-faktor tersbut antara lain :

  1. Bentuk / konfigurasi
  2. Fungsi / katagori bangunan
  3. Jenis Tanah
  4. Letak / Lokasi Bangunan

Pengaruh Konfigurasi Struktur bergantung pada ukuran dan proposisi, dimana semakin besar ukuran struktur semakin kompleks sistem struktur yang digunakan da semakin langsing sebuah bangunan maka ketahanan terhadap puntir semakin kecil.

Distribusi kekakuan dan massa ke arah vertikal dan horisontal merupakan hal penting untuk memperoleh performa seismik yang memadai. UBC sudah mengatur persyaratan denah gedung yang tidak simetris untuk mengurangi ketidak merataan distribusi kekakuan dan massa. Gerakan puntir cenderung untuk mendorong sistem penyokong lateral secara tidak merata, dimana suatu struktur tidak boleh kuat atau kaku di salah satu sisi.

Gedung Beraturan dan tidak Beraturan

Menurut SNI 1726 gedung dimasukkan dalam kategori beraturan apabila :

  1. Tinggi gedung tidak melebihi 40 m atau 10 lantai
  2. Memiliki denah simetris, jika ada tonjolan tidak boleh melebihi 25%
  3. Tidak boleh ada lubang/void di sudut, kalaupun ada panjangnya tidak boleh melebihi 15% dari panjang sisi bangunan
  4. memiliki sistem penahan lateral
  5. sistem strukur tidak boleh memiliki loncatan bidang muka
  6. memiliki kekakuan lateral yang beraturan
  7. memiliki berat lantai yang beraturan
  8. memiliki unsur penahan vertikal yang menerus
  9. memiliki lantai tingkat menerus, bukaan tidak lebih dari 50%

terimakasih atas perhatiannya dengan membaca tulisan diatas