Rekayasa Gempa

Source : BBC.com

Gempa bumi (earthquake) adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik (Wikipedia). Besarnya gempa dapat diukur dengan momen magnitudo yang disajikan dalam skala rickter.

Jenis Gempa :

  1. Berdasarkan Penyebab :
  • Gempa Bumi Tektonik

Gempa Bumi ini disebabkan oleh aktifitas tektonik, yaitu akibat dari pergeseran lempeng bumi.

  • Gempa Bumi Vulkanik

Gempa Bumi ini terjadi akibat aktifitas magma yang biasanya terjadi di sekitar gunung berapi

  • Gempa Bumi Tumbukan

Gempa Bumi diakibatkan oleh tumbukan meteor atau asteroid yang jatuh ke permukaan bumi.

  • Gempa Bumi Buatan

Gempa Bumi ini disebabkan oleh aktifitas manusia seperti peledakan dinamit atau nuklir

2. Berdasarkan Kedalaman :

  • Gempa Bumi Dangkal

Gempa Bumi ini memiliki hiposentrum berada kurang dari 60 km di bawah permukaan bumi.

  • Gempa Bumi Menengah

Gempa Bumi ini memiliki hiposentrum berada antara 60 km – 300 km di bawah permukaan bumi.

  • Gempa Bumi Dalam

Gempa Bumi ini memiliki hiposentruk berada lebih dari 300 km di bawah permukaan bumi.

3. Berdasarkan Gelombang/Getaran

  • Gelombang Primer

Biasa disebut gelombang longitudinal gempa ini memiliki kecepatan merambat 7-14 km/detik

  • Gelombang Sekunder

Biasa disebut gelombang transversal gempa ini memiliki kecepatan merambat sebesar 4-7 km/detik

Peta Gempa Dunia
  • Indonesia terletak di pertemuan 2 lempeng dunia yaitu lempeng Eurasia dan Australia
  • Hampir 50% wilayah Indonesia terletak pada jalur ‘ring of fire’
  • Dari 2 kondisi di atas wilayah Indonesia sangat rentan terkena gempa baik tektonik maupun vulkanik
  • oleh karena itu desain bangunan di Indonesia harus memperhitungkan ketahanan terhadap gempa

BAHAYA GEMPA BAGI BANGUNAN

  • Gelombang gempa berbahaya bagi bangunan karena gaya horisontal secara bolak balik pada bangunan
  • Jika bangunan tidak dipersiapkan untuk menerima gaya horisontal ini maka keruntuhan akibat geser akan terjadi
  • Bisa dilihat dari pola retak kolom pada gambar diatas, pola retak yang terjadi adalah retak transversal, pola ini terjadi akibat kegagalan geser
  • salah satu upaya untuk menghindari kegagalan geser pada bangunan ialah menggunakan tulangan transversal (bangunan beton) dan sambungan elastis (bangunan baja)